Soal Penghapusan Data STNK Karena Pajak Lewat 2 Tahun, Ini Penjelasan P3D Pelabuhanratu

Administrator

Rabu, 05 September 2018

P3D.PELABUHANRATU - Beredarnya informasi di kalangan masyarakat terkait surat tanda nomor kendaraan (STNK) dari kendaaraan bermotor yang tidak dibayarkan pajaknya atau lewat dari dua tahun akan di hapus datanya oleh kantor Samsat, ditanggapi oleh Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Wilayah Kabupaten Sukabumi II Pelabuhanratu.

Kepala Seksi penerimaan dan penagihan Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Wilayah Kabupaten Sukabumi II Pelabuhanratu, Tata Takdir Achirussaat mengatakan program penghapusan data Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) oleh Samsat bagi kendaraan yang tidak dibayarkan pajaknya selama dua tahun belum diterapkan. Apalagi program tersebut belum disosialisasikan kepada masyarakat terutama wajib pajak.

"Itu untuk wilayah Jawa timur, disini belum tersosialisasikan," ujar Tata, Selasa (4/9/2018).

Menurutnya, apabila mengacu kepada wilayah tersebut (Jawa Timur) memang sudah sepantasnya diterapkan lantaran sudah sesuai dengan UU nomor 2 tahun 2009. Namun untuk wilayah Bapenda Jabar khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi II Pelabuhanratu belum diterapkan sampai saat ini.

"Kalaupun nanti diterapkan, Bapenda Jabar pasti akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu, karena setiap kegiatan yang mengacu pada aturan kan memang harus sosialisasikan. Kalau pun nanti di sini diterapkan, akan kita sosialisasikan sesuai dengan perintah pimpinan pusat," jelasnya.

Saat ini, sambung Tata, masyarakat atau Wajib Pajak di wilayah pelayanan P3D Pelabuhanratu yang meliputi 17 kecamatan rata-rata malah menginginkan program bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ke-2 dan bebas biaya denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) diperpanjang waktunya.

"Banyaknya animo masyarakat ingin program tersebut diperpanjang dari ketentuan dua bulan kemarin," pungkasnya.

Copyright Bapenda Jabar Cabang Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi